Serba-serbi Perwalian Nikah di Indonesia

Pernikahan dalam hukum Islam membutuhkan kehadiran wali untuk calon mempelai perempuan. Bagaimana syarat dan aturan perwalian nikah dalam hukum di Indonesia? Simak pada artikel ini.

Perwalian nikah memiliki peran krusial dalam pernikahan, khususnya bagi penganut Islam. Kehadiran wali nikah inilah yang menentukan sah atau tidaknya sebuah pernikahan di samping syarat-syarat lainnya. Yang dimaksud wali di sini ialah pihak laki-laki dari calon mempelai wanita yang bertugas mendampingi sekaligus mengawasi prosesi pernikahan.

Mengingat pentingnya perwalian nikah, Undang-undang Perkawinan dan Kompilasi Hukum Islam pun memuat sejumlah aturan berkaitan dengan peran wali seperti syarat, serta penunjukan wali dalam pernikahan.

 

Siapa yang berhak menjadi wali nikah?

Perwalian nikah umumnya dipegang oleh ayah kandung calon mempelai wanita. Namun, jika ayah kandung sudah wafat atau berhalangan dalam memberikan kesaksiannya, ia dapat digantikan oleh kerabat lain yang masih memiliki nasab dari garis keturunannya. Dalam hukum Islam, dikenal urutan nasab yang berhak menjadi wali dalam pernikahan, yakni terdiri dari:

  • Ayah, kakek (orang tua dari ayah), dan keturunan ke atas lainnya.
  • Saudara laki-laki kandung.
  • Saudara laki-laki satu ayah.
  • Keponakan laki-laki dari saudara kandung laki-laki.
  • Keponakan laki-laki dari saudara laki-laki seayah dan seterusnya.
  • Paman, saudara kandung dari ayah.
  • Paman, saudara satu ayah dari ayah calon mempelai wanita.
  • Sepupu laki-laki (anak kandung paman).
  • Anak laki-laki paman yang seayah.

Urutan wali di atas dikenal dengan istilah wali nasab. Selain wali nasab, ada pula istilah wali hakim yang bertugas mewakilkan wali sah yang berhalangan karena alasan usia yang belum baligh, gangguan akal dan pikiran, sedang dalam perjalanan jauh seperti umrah maupun haji, dan alasan syar’i lainnya.

Pihak yang dapat bertindak sebagai wali hakim adalah penguasa negara, menteri agama, dan petugas pencatatan pernikahan di Indonesia. Wali hakim pun dapat ditunjuk sebagai wali dalam pernikahan atas persetujuan calon mempelai serta keluarganya.

Jika dalam suatu pernikahan, wali nasab dan wali hakim menolak karena tidak adanya persetujuan dari kedua keluarga, calon mempelai dapat menunjuk wali muhakkam sebagai wali nikah. Penunjukkan wali muhakkam kerap terjadi pada kasus pernikahan laki-laki muslim dengan wanita berbeda agama yang baru mualaf dan tidak memiliki wali.

 

 

 

Syarat perwalian nikah

Seseorang boleh menjadi wali nikah selama memenuhi persyaratan yang ditetapkan dalam hukum Islam berikut:

  • Baligh

Baligh artinya dewasa dan mampu membedakan hal baik dan buruk. Umumnya, anak laki-laki dapat dianggap baligh saat usianya mencapai 15 tahun. Anak laki-laki di bawah umur tidak dapat menjadi wali nikah meskipun ia berada di garis keturunan yang sah dengan calon mempelai wanita.

  • Laki-laki

Seorang yang bertindak sebagai wali haruslah seorang laki-laki. Syarat ini bersumber dari hadis Rasulullah Sallahu Alaihi Wasalam yang berbunyi:

“Dan jangan pula menikahkan seorang wanita akan dirinya sendiri.” (Hadis Riwayat Ibnu Majah dan Abu Hurairah).

  • Islam

Wanita muslim haruslah memiliki wali seorang muslim pula. Adapun jika ayah calon mempelai wanita beragama di luar Islam, kerabat ayah yang beragama Islam maupun wali hakim dapat bertindak sebagai wali nikah.

  • Berakal sehat

Seorang wali nikah harus memiliki jiwa yang sehat dan sadar alias tidak gila. Seseorang yang mengalami gangguan jiwa, sekalipun ia wali nasab yang utama, tidak dapat ditunjuk sebagai wali nikah yang sah.

  • Adil

Wali nikah harus mampu bersikap adil dan tidak boleh memaksakan kehendak yang dapat merugikan pihak wanita. Wali pun harus mampu mencegah terjadinya pernikahan sedarah atau pernikahan yang bertentangan dengan hukum agama.

  • Tidak sedang berihram

Laki-laki yang sedang berihram haji atau umrah tidak boleh bertindak sebagai wali nikah. Karenanya, ia dapat memberikan amanat pada kerabat atau anggota keluarga dengan urutan nasab yang sah maupun menunjuk wali hakim sebagai wali nikah.

 

 

Itulah beberapa hal yang perlu Anda ketahui seputar perwalian nikah di Indonesia. Karena peran wali sangat penting dalam sebuah pernikahan, Anda diwajibkan untuk mendapatkan restu dari keluarga sebelum melangsungkan hubungan ke jenjang pernikahan.

 

Mengalami masalah hukum seperti perceraian, gono-gini, erwalian, dan hak asuh anak? Son Lawyers dapat membantu Anda, konsultasikan masalah Anda kepada kami di Hubungi Son Lawyers.

Posted in ,