Mekanisme Pembagian Harta Bersama dengan Baik dan Adil

Ingin menjalin hubungan yang harmonis dengan mantan suami/istri? Lakukan mekanisme pembagian harta bersama yang baik dan adil!

Kasus perceraian, baik yang sering muncul di televisi ataupun di kehidupan sehari-hari, kerap berakhir dengan hubungan buruk antara seseorang dengan mantan pasangan. Ada berbagai macam pemicu buruknya hubungan tersebut, termasuk di antaranya adalah terkait pembagian harta bersama yang dijalankan dengan cara yang tak adil.

Pembagian harta bersama yang baik dan adil sejatinya dapat dilakukan dengan cukup mudah. Apalagi, landasan hukum terkait pembagian harta bersama ketika terjadi perceraian juga sudah cukup lengkap. Anda akan mendapati 4 dasar hukum yang bisa digunakan, yakni UU Perkawinan, Kompilasi Hukum Islam (KHI), Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (KUH Perdata), serta hukum adat.

Pembagian Harta Bersama Menurut UU Perkawinan dan KHI

UU Perkawinan dan KHI menjadi rujukan yang ketika ingin melakukan pembagian harta bersama yang baik dan adil. UU Perkawinan menyebutkan bahwa definisi harta bersama adalah jenis harta yang dihasilkan oleh pasangan suami istri semasa dalam ikatan perkawinan.

 

UU Perkawinan tak menyebutkan adanya keharusan seorang istri bekerja agar bisa memperoleh porsi atas pembagian harta bersama. Jadi, ketika seorang istri memilih untuk menjadi ibu rumah tangga dan penghasilan keluarga jadi tanggungan suami secara penuh, dia juga memiliki hak atas harta bersama.

 

 

Pembagian Harta Bersama Menurut KUH Perdata

KUH Perdata menyebut harta bersama sebagai gemeenschap. Aturan perundang-undangan ini menyebutkan bahwa harta bersama muncul akibat adanya perkawinan dan perhitungannya dilakukan dengan tanpa mengindahkan asal barang atau harta.

 

Selanjutnya, ada beberapa penyebab yang bisa menimbulkan hilangnya harta bersama, yakni perceraian, pemisahan harta, ataupun kematian. Hanya saja, KUH Perdata tak secara gamblang menyebutkan porsi pembagian harta bersama kepada pihak-pihak terkait.

 

 

Pembagian Harta Bersama Menurut Hukum Adat

Sementara itu, dalam hukum adat, ada 4 jenis harta yang dikenali ketika terjadi perkawinan, yakni:

 

  • Harta yang didapatkan oleh masing-masing pihak sebelum terjadinya perkawinan;
  • Harta yang diberikan kepada kedua mempelai ketika saat pernikahan;
  • Harta yang didapatkan dalam masa perkawinan. Hanya saja, harta yang dimaksud dalam kategori ini adalah harta yang tidak berasal dari usaha. Sebagai contoh, harta warisan ataupun harta hibah;
  • Terakhir, harta yang didapatkan oleh suami dan istri ketika dalam ikatan perkawinan dan berasal dari usaha yang dilakukan kedua atau salah satu pihak di antaranya.

 

Berdasarkan hukum adat, harta yang masuk dalam kategori pertama dan kedua, ketika terjadi perceraian akan dikembalikan pada pemilik asalnya atau keluarga yang memberikan. Sementara itu, harta yang masuk dalam kategori ketiga, ketika terjadi perceraian bakal dikembalikan ke keluarga asal.

 

Harta yang masuk dalam kategori keempat, inilah yang disebut dengan harta bersama. Berdasarkan hukum adat yang berlaku, pembagian harta bersama ini harus dilakukan secara merata. Penguasaannya juga tak bisa dilakukan secara sepihak dan pemakaiannya harus dilakukan dengan adanya persetujuan dari pihak lain.

 

Selanjutnya, mekanisme pembagian harta bersama dapat dilakukan sesuai dengan situasi yang ada. Anda bisa saja mengajak mantan pasangan untuk melakukan pembagian harta bersama lewat musyawarah. Sebagai alternatif, Anda juga dapat memakai bantuan pengadilan agar proses pembagian harta bersama bisa dilakukan secara baik dan adil.

 

Anda dapat memilih untuk menjual aset harta bersama secara menyeluruh lalu membagikannya sesuai kesepakatan. Selain itu, dapat pula memilih untuk melakukan pembagian barang secara langsung dengan memperhatikan nilai jualnya. Intinya, ada kesepakatan antara masing-masing pihak. Selama proses pembagian harta bersama ini, Anda pun bisa memanfaatkan jasa pengacara yang berpengalaman dan tepercaya dari Son Lawyer. Problem pembagian harta bersama pun bisa diselesaikan dalam waktu sesingkat-singkatnya.

 

Mengalami masalah hukum seperti mekanisme pembagian harta bersama, gono-gini, perwalian, dan hak asuh anak? Son Lawyers dapat membantu Anda, konsultasikan masalah Anda kepada kami, Hubungi kami di Son Lawyers.

 

Posted in ,